Percaya gak percaya, ada pemain yang nyawanya diselamatkan oleh alat yang hampir mengakhiri kariernya.
Mundur ke tahun 2021, Christian Eriksen kolaps di laga Euro saat Denmark melawan Finlandia. Jantungnya sempat berhenti selama 5 menit, sebelum tim medis menyelamatkannya menggunakan defibrilator langsung di lapangan.
Tak ingin kecolongan, dokter menanamkan alat kecil di bawah kulitnya bernama ICD. Alat ini berfungsi memantau detak jantung dan otomatis memberikan kejut listrik jika mendeteksi ritme yang berbahaya.
Namun, alat ini sempat membalikkan kariernya. Regulasi Italia melarang keras pemain bertanding dengan ICD, memaksa Eriksen meninggalkan Inter Milan. Ia harus membangun ulang kariernya di Inggris bersama Brentford dan Manchester United, sebelum akhirnya bergabung dengan Wolfsburg di Jerman.
Tapi, momen pembuktian alat itu baru benar-benar datang.
Pada 7 Juni tahun ini, saat Eriksen membela Denmark dalam laga persahabatan melawan Ukraina, ia mendadak jatuh pingsan lagi tanpa peringatan. Satu stadion dicekam ketakutan, mengira mimpi buruk lama terulang kembali.
Bedanya, kali ini tim medis tak perlu berlari panik. ICD di dadanya langsung mendeteksi ritme abnormal dalam sekejap dan bekerja otomatis. Eriksen hanya pingsan sesaat, sebelum akhirnya sadar dan mampu berjalan keluar lapangan dengan kakinya sendiri.
#sepakbola #eriksen #football #sepakboladunia #soccer
This article was gathered automatically by our news bot. We help YouTubers by driving traffic to them for free. The featured image in this article is the thumbnail of the embedded video. Thank you for visiting Win Big Sports Network and wbsnsports.com. For more sports, news, and entertainment, follow us on Twitter @WBSNsports or like our page on Facebook.
#Sports #Video #Highlights